Selasa, 30 Juni 2015

Potensi Sumber Daya Alam Kabupaten Sumbawa (Tana Samawa)


          

Presentasi Potensi Wilayah NTB di Wisma Daerah tanggal 04 Juni 2015

         Saya Mochammad Isro alfajri mahasiswa semester 4 fakultas Bioteknologi Universitas Teknologi Sumbawa. Satu-satunya universitas teknologi yang ada di Indonesia timur yang baru dibangun dua tahun yang lalu dan Salah satu diantara 3 fakultas bioteknologi yang ada di Indonesia 2 lainnya berada di Indonesia barat yaitu Universitas Surabaya dan Universitas Atmajaya Jakarta. Negara Indonesia begitu kaya akan biodiversitas dan sumber daya alam tetapi begitu miskin dengan kualitas sumber daya manusia. Adalah sesuatu yang sangat memprihatinkan ketika Indonesia sebagai negara maritim tetapi masih mengimpor ikan dan garam dari negara lain. Bukan hanya itu negeri ini di anugerahi matahari yang selalu bersinar sepanjang tahun dengan luas wilayah yang begitu luas yakni 1.919.440 km2 tetapi tidak bisa memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Pada masa lalu negeri ini disebut sebagai macan Asia bersanding dengan negara Cina dan menjadi negeri yang dihargai dan dikenal dermawan untuk membagikan pangannya ke sejumlah negara miskin yang rakyatnya kelaparan dengan swasembada pangan Indonesia pada tahun 80-an itu mungkin tidak sulit untuk negara ini lakukan.
Kabupaten Sumbawa "Sabalong Samalewa"
      Sumbawa adalah kabupaten dengan luas wilayah daratan sekitar 6.643,98 km2 dengan luas lautan sekitar 4.912,46 km2 dengan jumlah penduduk yang hanya berkisar di angka 423.029 jiwa dengan kepadatan 64 jiwa/km2. Kabupaten Sumbawa berada di dalam koridor V dengan fokus pembangunan pariwisata, peternakan, pertanian, perikanan dan ketahanan pangan. Selain potensi daratan dan laut Sumbawa juga mengandung banyak mengandung mineral seperti emas, tembaga, mangan, batu kapur, pasir besi, dan potensi panas bumi serta angin yang dapat dikelola untuk kesejahteraan masyarakat.

           Diakhir tahun 2012 produksi padi sekitar 400.000 ton padahal kebutuhan kabupaten Sumbawa hanya sekitar 150.000 ton. Produksi jagung mencapai 200.000 ton pada tahun 2012 serta di bidang peternakan Jumlah sapi mencapai 193.907 ekor pada tahun 2012 sehingga Sumbawa dianugrahi penghargaan Indonesia live stock 2013 oleh pemerintah Republik Indonesia. Tetapi, dengan begitu banyak potensi dan kekayaan daerah yakni masyarakat Sumbawa belum dapat menikmatinya secara maksimal karena hasil kekayaan alam Sumbawa belum dapat diolah untuk meningkatkan nilai jual. Sehingga masyarakat hanya menjual dalam bentuk bahan mentah dengan harga yang rendah. Contohnya jagung, jagung Sumbawa dikirim ke pulau Jawa untuk dijadikan bahan pangan olahan, pupuk, dan berbagai bentuk lainnya. Pupuk yang dihasilkan tersebut kemudian dijual kembali ke kabupaten Sumbawa dengan harga yang berkali-kali lipat dari harga sebelumnya. Sehingga tidak heran bahwa kesejahteraan masyarakat tidak meningkat secara signifikan dibuktikan dengan jumlah Penduduk miskin pada tahun 2012 77.203 jiwa atau sekitar 18,25% dari total masyarakat Sumbawa. Kemudian Kesehatan masyarakat Sumbawa dalam kasus gizi buruk pada tahun 2009 terdapat 179 kasus menjadi 247 kasus pada tahun 2010 pada daerah yang kaya akan pangan tentunya hal ini sangat memprihatinkan.
  
        Masih banyak potensi yang dapat di optimalkan di kabupaten Sumbawa diantaranya Potensi luas wilayah Sumbawa yang begitu besar belum dimanfaatkan secara optimal luas lahan yang telah diolah menjadi lahan persawahan hanya mencapai 51.588 ha. Dan petani dengan pertanian yang monokultur jenis padi sangat banyak, sehingga menyebabkan jumlah Panen dari tiap petani menurun setiap tahunnya dengan luas lahan yang sama sehingga menurunkan produktivitas para petani Sumbawa. Sehingga pendidikan dan peningkatan kompetensi masyarakat adalah sesuatu yang harus ditingkatkan. Sumbawa adalah salah satu kabupaten dari 10 kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat, saat ini indeks pembangunan manusia (IPM) dari Provinsi Nusa Tenggara Barat berada di peringkat 33 dari 34 provinsi di Indonesia. 

Oleh :
Mochammad Isro Alfajri 
Mahasiswa Semester IV Bioteknologi 
Universitas Teknologi Sumbawa

Ethnic Identity, Local Wisdom, and Gotong Royong to Building Peace with Unwritten Rules


Indonesia with a past history of a powerful nation of the history of the kingdom of Majapahit which controls up to almost the entire region of Southeast Asia. After Kingdom of Majapahit the next glory of Indonesia in 1980s in the Orde baru era. 1998 was the beginning of the history of the Reformation era and the start of democratic Indonesia. Democracy in the reform period is expected to be a solution and bridge the aspirations of the people of Indonesia from the Sumatra Island to Papua Island. Indonesia is a country that is praised for its success in running a democracy with the background of this state is the majority religion is moeslem but did not end up the same as the country of Syria, Iraq, and Egypt.

There are three things that make this country can survive in the past the difficult era there are ethnic identities, local wisdom  and mutual aid Societies or “Gotong royong” to survive until today. Samawa is the one endegoneous ethnic in West Nusa Tenggara (NTB). Ethnic identity as the main characteristics of Samawa tribe, an egalitarian society that  easy in adapting the new development in Globalization era. "Samawa mampis Rungan" means Sumbawa brought news scented or fragrant Sumbawa meaning that people really wanted to present the good news and the peace of the land of Sumbawa. That is important to maintain Sumbawa culture under the role of culture based Development.

Local wisdom is the identity from our ancestor. Sumbawa people famous as the land of honey with honey production as much as 125,000 tons/year. There is a local wisdom in Batudulang Community are protecitng of boan trees (Tetrames nudlifora), according of the community it’s the Boan trees a log chosed by bees to built uap it’s hive. They called Boan trees Because The trees have a lot of beehive, If there is only one beehive, we do not called it as Boan. but in Sumbawa language the name of Boan's Wood is "Binong". For all this time Boan trees are protected by the Community with Unwritten rules. So, Three are uniwritten agreement in the Community to not cutting down of the trees.

Local wisdom and ethnic identity will be suistain if culture of Gotong royong still alive. Gotong royong or Mutual cooperation is an activity undertaken by working without wages or salary in doing something. This tradition up comes up because farmers in the past. Gotong royong as social interaction is happened so that people not only recognize the environment but recognize individuals and neighbors who are nearby as well as the creation of harmony between the communities. Gotong royong in Sumbawa society can be seen in the form of several activities. First of Gotong royong in maintaining security, "Ronda" or nightwatch is activities of a group of people who made a deal to secure the evenings in the area in which the people who have made the deal from 00.00 am to 05.00 am Ronda as a security team duty  but this was done by people themselves who live in that area without any fees or salary of the agreement that has been determined. "Pos ronda" is use as a gathering place and as a patrol officer. After that, Gotong royong in the development of village infrastructure by the community. Sumbawa infrastructure development accelerated with the direct involvement of the Community. Although, most people are farmers but they also have the ability to build infrastructure such as the gutter, fence, even building and renovation of house. Gotong royong in making home is done jointly by the public without any payment or salary but Social interaction is happened. Thirdly Gotong royong in harvest crops, for a full day the whole community will be collected on a farm to be harvested, land owners role as supervisor and other community role as workers, these activities will be carried out every day during the harvest time in different land with different land owners. So, that acts of a supervisor and subordinate also will be different every day.


By : 
Mochammad Isro Alfajri 
Undergraduete Student of Biotechnology
Sumbawa University of Technology

Penundaan Usia Perkawinan di NTB untuk Peningkatan IPM NTB 2015

Duta Mahasiswa GenRe NTB 2014

Pernikahan anak didefinisikan dalam dua konteks, sesuai UU Perkawinan No.1 Tahun 1974 maka pernikahan anak dipandang sebagai pernikahan remi atau bisa dipandang tidak resmi sebelum berumur 18 tahun. Berdasarkan UU Perlindungan Anak No.23 Tahun 2002, kondisi ini merupakan realitas untuk anak kaum laki-laki dan perempuan. Di Nusa Tenggara Barat (NTB), pada tahun 2012, 24.5% dari perempuan telah menikah pada umur 18 tahun. Di NTB 5.8% dari perempuan NTB telah menikah pada umur 15 tahun (BPS NTB, 2012) sementara rata-rata nasional adalah 2.6%. Di ingkar daerah, satu dari 2 perempuan (50.1%) telah menikah pada umur  19 tahun, sementara di tingkat nasional rata-ratanya adalah 26.5%. Berdasarkan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP dan PA)  dan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) NTB (2013) membahas mengenai faktor penyebab Usia Pernikahan Dini, yaitu : (1) Sosial dan budaya, pandangan masyarakat Lombok terutama tokoh desa dan tokoh adat sering kali menjadi pelaku yang melegalkan bahwa perempuan setelah akil balik atau berusia 12 tahun sudah bisa menikah dan di Lombok menikah di usia dini ini disebut dengan kawin lari atau merarik. (2) Ekonomi, keluarga dari kalangan miskin sering kali mendorong anak perempuan mereka bisa menikah dengan tokoh agama dan tokoh adat maupun dari kalangan kaya untuk membantu keluarga. (3) Administrasi, penerimaan masyarakat dalam menerima tradisi merarik membuat sering kali terlupa bahkan sengaja tidak membuat surat nikah dan kemudian terus berdampak tidak memiliki seurat cerai, kartu keluarga (KK), dan akta kelahiran bagi anak mereka. 

Untuk mengurangi pernikahan di usia dini yang terjadi di masyarakat Lombok. Kami akan melakukan kegiatan edukasi dan pemahaman yang baik mengenai dampak dari pernikahan usia dini untuk meningkatkan kepahaman masyarakat mengenai adat istiadat yang harus dijaga dan ditinggalkan. Kegiatan ini berdasarkan pada data BPS RI (2011) menunjukkan bahwa di Provinsi NTB, rata-rata lama sekolah perempuan selama 6.5 tahun dan NTB berada di peringkat ke-32 dari 33 provinsi yang ada di Indonesia. Sehingga, untuk menekan jumlah pernikahan dini yang ada di NTB, pendidikan adalah cara yang efektif dan baik sebagai sektor utama yang harus diperhatikan. Adapun metodologi dari kegiatan ini berlokasi di daerah Lombok, Nusa Tenggara Barat. Diharapkan kader mampu untuk menjangkau seluruh desa di Lombok terutama di desa yang masih kuat akan adat istiadatnya. Sumber data yang digunakan berasal dari BP3AKB, BKKBN, BKKBP, KPP dan PA. Adapun sasaran dari kegiatan ini adalah remaja perempuan berusia 12-18 tahun. Diharapkan dengan kegiatan ini dilakukan dapat menekan jumlah pernikahan usia dini di Nusa Tenggara Barat dengan beberapa parameter keberhasilan yakni : (1) Berhasil memberikan edukasi ke seluruh desa di NTB secara berkelanjutan, (2) Terjadinya peningkatan pemahaman dan kepedulian remaja perempuan terhadap dampak dari pernikahan di usia dini, (3) Menghasilkan kader-kader remaja perempuan yang menolak PUP, dan (4) Menjalin kerja sama dengan institusi pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan program. Kegiatan kecil namun berdampak besar adalah konsep yang ingin kami sampaikan, dengan edukasi dan pendidikan diharapkan mampu menguangi angka PUP di NTB dan akan berbanding lurus dengan penurunan angka kematian bayi, kekerasan dalam rumah tangga, peningkatan kesehatan perempuan dan tercapainya kesejahteraan masyakat. 

Oleh : Mochammad Isro Alfajri 
Duta Mahasiswa GenRe NTB 2014
BKKBN Provinsi NTB
Mahasiswa Semester IV Fakultas Teknobiologi 
Universitas Teknologi Sumbawa

Senin, 22 Desember 2014

Puisi Ibu

 
Selamat Hari ibu

Puisi ini aku ciptakan untuk ibu ku

Bahagia mu adalah segalnya bagiku

Semua ini aku persembahkan untuk mu

Dengan keringat, waktu, dan semngat 

Utk bisa mmbuat mu trsenyum

Bukan utk driku atau orang lain

Aq hanya ingin engkau bangga dengan smua yg tlah aku capai dan aku raih

Wlaupun ini tidak sebanding dengan semua yg engkau tlah brikan ..

Dengan bertaruh nyawa engkau hadirkan aq di dunia ini 

Dengan sabarmu dan kasih sayangmu aku bisa sperti ini

Maaf ketika aq pernah bernada tinggi 

Maaf ketika aq tdk mndengar kata-kata mu 

Maaf ktka aq lupa mghbungi mu dan lbh pduli kpd org lain 

Ttp aq yakin engkau memahami diriku lebih drpd aq memahami driku 

Hanya ini yang aku bsa persembahkan utk mu 

Ibu ku tercinta

Ciptaan : Mochammad Isro Alfajri

Rabu, 17 Desember 2014

Section 3 - SOBI Camp "Kulihat Indonesia di Trawas"



Kulihat Indonesia di Trawas
SOBI camp di Trawas, Nusantara dengan berbagai suku, warna, dan agama. Itulah Indonesia dengan ribuan pulau dan ratusan suku. Sobat bumi gathering pertamina foundation dari 22 Universitas seluruh Indonesia dengan berabagai almamater suku, daerah, dan budaya. Indonesia Bhineka Tunggal Ika, kami begitu menghargai perbedaan. Karena banyak dari rakyat Indonesia yang belum mengenal Indonesia sesungguhnya, we are Indonesia dengan berbagai warna almamater menjadikan kita kaya dan kuat. Berbagai permasalahan yang kami bawa bukan hanya permasalahan tetapi berbagai macam solusi yang kami bawa, kita mengangkat lengan baju, menyongsong matahari masa depan Indonesia kuat dan hebat. 


  1.    Universitas Padjajaran 
  2.    Universitas Negeri Semarang 
  3.    Universitas Muhammadiyah Malang 
  4.    Universitas Brawijaya 
  5.    Universitas Sriwijaya 
  6.    Institut Pertanian Bogor 
  7.    Universitas Dipenogoro 
  8.   Institut Teknologi Sepuluh November 
  9.    Universitas Pattimura 
  10.   Swiss-German University
  11.   Institut Teknologi Bandung 
  12.   Universitas Udayana 
  13.   Universitas Mulawarman 
  14.   Universitas Mataram 
  15.   Universitas Jakarta 
  16.   Universitas Negeri Makasar 
  17.   Universitas Musamus 
  18.   Universitas Teknologi Sumbawa 
  19.   Universitas Negeri Papua 
  20.   Universitas Syiah Kuala Aceh
  21.   Universitas Hasanudin 
  22.   Universitas Cendrawasih
Kita akan bersatu untuk membangun bangsa ini


Kulihat para pemimpin Indonesia di Trawas dengan semangat juang dan keyakinan tinggi. Dengan keberagaman akan menjadi kan kita kuat dan tangguh menjadi suatu bangsa. Dengan keberagaman akan membangun bangsa ini. Dengan keberagaman adalah Indonesia. Dengan berbagai macam warna dan semangat serta cara berfikir dan kehidupan yang berbeda open your mind about Indonesia.  Indonesia is not just a Java Island and Jakarta, but indonesia are Papua, Marauke, Aceh, Sumatera, Sumbawa, Lombok, Bali, Sulawesi, dan all of island in Indonesia. Kulihat Indonesia di Trawas, dengan berbagai macam tarian dan pakaian. Ketika iklan Visit Indonesia berkata wonderful Indonesia, dan kemudian aku berkata Amazing Indonesia. Sungguh negara yang dapat berdiri dari banyak dan berbagai macam tiang untuk menyokong dan bersatu untuk Indonesia. We are the next generation and we will changes the world. Dan kita akan mencengkram dunia di tangan kita bangsa Indonesia. Berbagai permasalahan dan begitu banyak permasalahan yang ada di Indonesia tetapi aku yakin semakin banyak permasalah semakin banyak peluang untuk Indonesia yang lebih kuat. Ketika aku berkompetisi di Amerika tanggal 30 Oktober-03 November 2014, tidak peduli kita berasal dari Universitas kecil dan baru dari wilayah Indonesia Timur, tapi sekarang kita berada di posisi yang sama di kompetisi yang sama tidak peduli tim-tim besar lain yang dari universitas besar dan terkenal di Dunia, jangan melihat Where are we from? Tetapi lihat what we have done

Indonesia dengan Investasi Agana untuk membangun bangsa
Di sana aku belajar bahwa Indonesia masih memiliki peluang untuk menjadi macan Asia seperti di masa lalu, oke sekarang mereka memiliki teknolgi that can changes everything but we have rich of natural resource yang kalian tidak bisa memiliki karena kita Indonesia, dengan begitu banyak nilai-nilai Indoensia ketimuran yang begitu erat. Banyak potensi yang indonesia miliki kemudian butuh proses engaggement dengan kami para mahasiswa yang merindukan kejayaan, wahai para rakyat yang kebingungan dipersimpangan jalan, para pewaris peradaban yang telah menggoreskan sebuah catatan kebanggan di lembar sejarah manusia, wahai kalian yang rindu kemenangan, wahai kalian yang turun kejalan untuk mempersembahkan jiwa dan raga untuk negeri tercinta. 
Fajri dengan teman-teman Papua







Indonesia begitu kaya dengan budaya, inilah Indonesia kita kaya dengan adat istiadat dengan kearifan lokal,  negara kaya itu bernama Indoensia dengan 1001 budaya, dengan 1001 semangat untuk bangkit ketika harus jatuh 1000 kali terjatuh.






Bali is Not for sale

Aku bersama teman-teman Universitas Udayana, bangga bisa menjadi Gubernur Bali-Nusra dari 9 mahasiswi hebat dari Bali. dan begitu sopan dan baik. Mmbawa penolakan reklamasi Bali, "Bali is not for sale"





Universitas Syiah Kuala Aceh
 
Bisa bertemu dan bertukar pikiran dengan teman-teman Aceh di ujung barat Indonesia, yang sering disebut Serambi Mekah di Indonesia, subhanalllah begitu indah.






Universitas Mulawarman, Kalimantan
pengalaman menjadi LO teman-teman dari univerista mulawarman di Bus 1, begitu baik dan ramah hingga membolehkan saya menggunakan topi khas kalimantan, terimakasih banyak.






Universitas Padang

Universitang padang Sumatra barat, dengan khas makanan pedas dan resotoran makanan padang yang sudah menyebar diseluruh Indonesia, teringat padang teringat bang yudha yang begitu fenomenal dan ramah. laki-laki humble dan begitu suka selfie glad to know you bang yudha.

Section 2 - Sobi Camp Ubaya Training Center, 01 Desember - 05 Desember 2014



Archipelago + Kera Linglung = Kelompok 11 

ARCHIPELAGO

Sobi camp, cintai bumi selamatkan bumi adalah kata-kata yang sederhana tapi bermakna, begitu bermakna. Ada keunikan di dalam kelompok 11 bahwa kadang-kadang umur juga menentukan kewibawaan. Tetapi dalam melaksanakan beberapa kegiatan aku mencoba menempatkan dimana saat aku harus merasa muda dan merasa harus lebih dewasa. Merajut benang persahabatan permainan ini dinamakan yang bertujuan untuk mengenal satu sama lain dengan tepukan ke kaki dan tangan serta petikan jari sembari menyebut nama. Selain itu, pada kegiatan ini juga ditentukan nama kelompok. Aechipelago yang berartikan Nusantara adalah nama yang disarankan oleh Aldi mahasiswa Brawijaya fakultas perikanan, nusantara karena kelompok kita berasal dari daerah nusantara. Bagus dan memang sangat megah, oke kemudian yel-yel dan menentukan ketua dari kelompok 11. Aldi nama yang ditunjuk karena kemampuan dia dalam menghfal semua nama kelompoknya, sangat luar biasa memang apabila aku merefleksikan dengan diri aku yang sangat susah menghafal nama orang. Entah itu karena aku yang malas atau memang daya ingat ku lemah. Tapi karena malas mungkin, nama kelompok sudah, ketua, dan yel-yel. Selama sobi camp kelompok 11 tetap berpindah-pindah lokasi duduk namun fenomena yangluar biasa yang terjadi di kelompok 11 adalah walaupun dimana tempat duduk kami, kita tidak akan pernah maju ke depan untuk berbagai tantangan dan kegiatan. Sangat tidak beruntung, bahkan kenangan yang begitu indah ketika mengisi lembar kerja winina dan Aldi di komandani aku untuk bercerita pengalaman aku sewaktu di Amerika, aku pun terhanyut dan bersemangat untuk menceritakan nya memang. 
Archipelago we go, we go Archipelago

Widya dari Institut Sepuluh November (ITS) adalah cewek pendiam yang memang begitu banyak bakat yang terpendam, malas mengisi lembar kerja dari setiap LK yang diberikan. Aku pun tak tau harus bagaimana, tak apalah toh tujuan dari kegiatan ini adalah menuliskan mimpi. Tapi ketika kita tidak konsentrasi penuh maka keinginan kita akan berkurang dan mempengaruhi hasil dari lembar kerja yang berisikan audit potensi dan impian-impian kita dimasa depan, kemudian yang menarik di kelompok aku adalah alfian dari universitas musamu Marauke, cowok keren dan selalu memakai kacamata namun penurut. Aku suka sekali menggali potensi dan mencoba untuk akrab dengan anggota aku, karena memang mereka adalah makna dan arti keberadaan aku di Sobi camp ini. Ketika acara berlangsung aku coba untuk memberikan contoh dan motivasi yang kuat untuk menyatukan mereka. Adalah nisa mahasisiwi insititut pertanian Bogor yang mungkin pendiam dan 2 tahun lebih tua dari aku, di setiap kegiatan aku berusha untuk menghibur dan coba untuk mengajak ngobrol nisa. Dan karena kegiatan yang begitu padat di Sobi camp membuat waktu terasa sedikit untuk bertemu archipelago. Ketika aku merasa memiliki kalian, “apakah kalian juga sebaliknya?” begitupun semua hal yang ingin aku berikan di acara ini keringat dan kerja keras. Seluruhnya ingin aku berikan, termasuk pengalaman dan motivasi.
Bersama Kak Zaenal dan mas Majid
Hal yang berkesan adalah ketika fasilitator panitia dan supervisor bekerja secara profesional dan banyak yang harus aku pelajari. Dan efisien waktu dan komitmen sobi camp dan archipelago adalah dua hal yang begitu bermakna bagi aku di akhir tahun ini. Sangat bahagia bertemu kalian semua adek-adek dari Bali yang meskipun mereka semua lebih tua daripada aku terutama adek yuni aduh, begitu menghargai aku sebagai gubernur Bali-Nusra, terimakasih yuni. Selain itu adek-adek universitas mataram yang harus aku kawal karena memang tanggung jawab moril ketika PFS 3 mataram tidak ada yang datang dan aku harus bertanggung jawab oleh 9 orang anak mataram dan 22 anak universitas teknologi Sumbawa, yang harus aku jaga dan rawat, aduh merasa tua banget sih. Tapi aku merasakan ini yang bisa aku berikan semoga kalian merasa nyaman dan aman ketika ada kehadiran aku. 

Mencoba untuk memahami dan mengerti adek-adek aku bertukar pengalaman dan berbagi pengalaman membuat link-link diseluruh Indoneisa, archipalago memberikan goresan tersendiri di hati aku entah mereka bagaimana kuharap begitu. Banyak hal yang menyenangkan dan membosankan yang kita lalui, membosankan adalah ketika materi materi datang bertubi-tubi hingga sampai tengah malam. Pengalaman yang berat. Bintang dan memble adalah salah satu bentuk apresiasi yang unik di acara ini, berbondong-bondong meminta bintang “kakak fajri minta bintangnya dong?” ini adek, aduh serasa tua deh. Survei yang aku lakukan sendiri anggap saja 100 orang responden, dari 99 responden mengatakan aku ini angkatan 2010 aduh emang setua itu yah. Umur hemat, muka boros. Ini membuktikan bahwa aku harus bergaya lebih muda dari gaya rambut dan jenggot, itu adalah saran yang diberikan kakak fasilitator.
Kebahagiaan ketika bisa melihat mahasiswa terbaik dari seluruh Indonesia menampilkan kesenian daerahnya dan bisa mengenal baik mereka semua.

KERA LINGLUNG
Kera Linglung Group with komandan Oji
Adalah kelompok 11 edisi kedua dengan anggota dan nama yang berbeda, yang aku salut dari grup ini adalah komposisi dan kombinasi yang tepat untuk menjadi kelompok yang kuat, yang pertama dibuktikan pada saat bisnis idea competiton yang dapat memukau seluruh kelompok dan tentunya juri, dengan ide yang dibawanya yaitu “Bantal bobo cantik” ide yang sangat baik dan bagus kata kelompok lain. Karena memang pada saat kelompok 11 presentasi dengan nomor urut terakhir 15 aku harus mengurusi adek robi dari Sumbawa untuk kepulangannya ke Sumbawa, kerena kakak sepupunya meninggal. Bahkan kabar ini aku dapat dari kak kamil yang kemudian menyarankan aku untuk berbicara dengan kak andri dan kak fery sebagi panitia bidang Akotrans, sempat khawatir dan ingin berteriak memang, karena kenapa informasi ini harus aku terima dari orang lain. Dan aku merasa orang yang tidak berguna, mata berkaca-kaca pengen menangis, tapi berusaha tegar dan kuat. Aku panggil Robi dari kelompoknya, ingin sekali hati ini untuk marah dan berteriak keras “kenapa gak kasih tau kakak?”, tapi aku mencoba untuk menahan dan menarik napas. Mencoba untuk menjadi lebih dewasa, yah aku harus bisa dapatkkan tiketnya dan kemudian suruh Robi segera pulang. Terimakasih kak kamil, aku mungkin harus banyak belajar dari pengalaman dan begitu banyak pelajaran yang bertebaran. Robi sudah pulang, alhamdulillah hati ini tenang bahkan sampai terbawa pada saat outbound. Tapi ketika menerima sms bahwa dia sudah naik ke DAMRI dan dalam perjalanan ke Alas.
Widya, the one of my favorite members
Outbound yang memberikan masa kenangan begitu indah, wah, mantap disaat harus menjadi juara nomor 4 dari 4 kelompok. Aduh memang naas nasib kelompok kita. Dan hanya sekali dapat juara 1 dengan kecepatan yang begitu maksimal. Kemudian harus menggayung air danau dan mengisi ember. Aduh lagi-lagi lemas ini badan, tapi adek-adek mencari jalan pintas tali tidak digunakan lagi, 1001 cara untuk mengisi air. Dan kemudian bersama adek-adek banyak kenanagn foto selife, selfie everywhere dan kapanpun. Selagi masih ada memori dan baterai HP. Dan sempat selfie bersama widya salah satu anggota favorit aku yang mungkin membuat aku terpesona untuk sesaat, dengan keramahannya dan kebaikannnya begitu selalu keunikan yang dia miliki.
Selfie Again
Dan hal yang begitu mengejutkan aku adalah ketika mengetahui bahwa kelompok aku mendapat juara 2 setelah kelompok woody dengan kak zaenal. Begitu terkejutnya, padahal dari 4 games hanya 1 kali bisa mendapat juara 1. Mungkin dinilai dari kekompakan dan kegokilan kelompok kita yang di komandani Roji dari Universitas Negeri Jakarta yang imut dan cerewer, memang semua dari mereka memberi kesan tersendiri dari kegokilan, all out dan jangan jaim. KERA LINGLUNG aoaoaoaoaoaoaoa.