Selasa, 18 November 2014

RESPEK UTS 2014




OPENING

Tanggal 3-5 September 2014. Ospek 2014, untuk angkatan kedua dari Universitas Teknologi Sumbawa dengan tema “elang muda mendunia” , hari ini terasa sangat bahagia dan senang alasannya karena memang selain saya menjadi ketua dari koordinator lapangan dengan anggota yang terbilang cukup banyak dibandingkan dengan panitia. Yang saya rasakan saat ini hanya ketenangan yang ada di dalam hati saya, dan senyum bahagia yang terpancar dari aura wajah saya. Walaupun memang saya harus berbagi waktu dengan pekerjaan rumah dan kampus dari sumbawagen Project, tapi tetap saya yakini dalam hati kalau saya memang bahagia dengan keadaan sekarang ini. Walaupun terkadang saya sering mencapai titik jenuh dan otak yang tak bisa berfikir sama sekali.
Berawal dari ketekunan dan semangat saya dalam mengikuti Forum Alumni Leadership academy yang pada saat itu hanyalah menjadi wakil ketua, tetapi saya yakini bahwa bumi itu berputar dan saya mengikuti putarannya Dan berubah untuk bertahan di bumi ini. Walaupun saya hanya beberapa kali menghadiri rapat dan kegiatan organisasi ini, tetapi saya sangat yakin bahwa dalam berorganisasi tidak ada yang mustahil. Meskipun harus merubah mindset dari teman-teman bahwa organisasi itu bukan hanya berdiri dilindungi atap, tetapi tiang dan fondasi yang kuat sangat dibutuhkan dalam membuat sebuah organisasi terus bergerak dinamis.
Ini adalah kekuatan saya

Sampai kepada saya saat ini yang memang saya yakini bahwa ke-38 anggota saya memiliki semangat yang sama untuk terus maju dan berjuang, yang sangat saya hargai adalah ketika mereka menerima saya apa adanya. Tetapi memang rasanya berbeda ketika kita harus berorganisasi yang membutuhkan ketegasan dan kepemimpinan yang baik. Di lain waktu ketika saya bersama teman-teman dekat dengan sifat yang hampir jauh 180 derajat dengan apa yang saya lakukan di organisasi. Entah ada roh yang berbeda ketika saya harus memimpin karena di setiap bertemu orang yang berbeda, saya juga harus tetap belajar dan mengerti akan artinya kehidupan yang memang sangat beragam.
Ketua koordinator lapangan, adalah jabatan yang hanya berlaku untuk 3 hari, tetapi saya belajar untuk menjadi seorang pemimpin yang baik, dan harus berteriak lantang dan tegas kepada semua mahasiswa baru. Karena ketegasan itu perlu tetapi jangan otoriter. 
Sopan dan Ramah adalah Indonesia

Karena dilain pihak orang yang kita pimpin akan menilai apakah kita berhak memberikan perintah atau tidak, kita bisa lihat parameternya ketika mereka tidak akan pernah peduli dengan apa yang pimpinan mereka katakan. Ada beberapa hal yang perlu antara anggota dengan pemimpinnya yaitu penghargaan kita terhadap anggota, sering kali ucapkan kata maaf dan terimakasih, dan selalu memberikan contoh. Jangan hanya sekedar menyuruh dan kemudian menonton apa yang sebenarnya bisa kita lakukan. Seorang pemimpin tidak perlu seorang yang cerdas bahkan orang yang kuat, tetapi pemimpin adalah ketika seorang itu memiliki ketegasan dan kasih sayang. Saya pernah katakan dengan para anggota saya bahwa ketika kita memimpin kita harus memiliki kepercayaan dan menghargai dengan dua arah yang terus berjalan, tidak cukup satu arah, atau bahkan tidak ada antara keduanya.
Yang saya yakini saat ini, kepemimpinan yang dibutuhkan adalah kepimpinan terpusat, ketika seorang pemimpin sudah mempunyai metode memimpinnya dengan visi dan tujuan yang jelas untuk melihat hal apa saja yang ada dimasa depan. Karena ketika perintah berasal dari beberapa orang maka tugas dan permasalahan yang akan dihadapi itu tidak akan bisa terselesaikan bahkan akan meluas.

Pemimpin adalah visi, ketegasan, disiplin dan peduli




Kita tidak membutuhkan orang yang pintar untuk menjadi seorang yang pemimpin, kita tidak membutuhkan Orang yang kuat untuk menjadi seorang pemimpin. Pemimpin tidak boleh egois, harus mendengarkan dan harus mengerti. Apabila anda tidak memiliki semua itu, tidak pantas anda untuk menjadi seorang pemimpin. Anggota anda yang tidak patuh juga akan berkata walaupun kebanyakan orang memilihi anda tapi saya tidak memilih anda untuk menjadi pemimpin saya. Seorang pemimpi harus dapat mengerti kapabilitas dan mengenal semua anggotanya, bukan hanya menggunakan kekuasaanya dan keegoisannya. 
Mochammad Isro Alfajri (Ketua Respek UTS 2014)

Untuk menjadi sebuah tim yang solid semua anggota tim jangan merasa diri yang paling terpenting dan banyak bekerja di dalam tim. Karena setiap orang pasti akan melakukan yang terbaik untuk timnya, kita tidak Tau apa yang telah dia korbankan dan lakukan untuk timnya. Dan apabila itu terjadi maka anda akan tunggu kehancuran dari tim itu. Seorang pemimpin memiliki peran untuk menstabilkan kondisi yang ada dibawahnya, memuat semuanya aman dan kondusif agar bisa berjalan baik dan berkualitas. Untuk apa kita bersama apabila satu sama lain harus saling membunuh. 
Tetap kompak dan tersenyum

Ketegasan harus dimiliki seorang pemimpin, pemimpin harus di segani dan  di hormati karena kebijaksanaannya bukan karena kekuasaanya. Ketegasan dan kebijaksanaan harus berjalan bersamaan, jangan kamu tinggalkan salah satunya. Apabila ketegasan di utamakan maka anda akan membuat sebuah gap atau dinding antara anda seorang pemimpin dengan anggota anda. Dan apabila anda terlalu bijaksana tanpa ada ketegasan maka anggota anda tidak akan mematuhi anda secara utuh. Ketegasan dan kebijaksanaan berjalan mengisi satu sama lain, berperan sehingga membentuk kolaborasi yang harmonis.
Disiplin, adalah salah satu karakter yang harus dimiliki seorang pemimpin, karena seorang pemimpin merupakan role model untuk seluruh anggotanya, sehingga apabila anda beri instruksi untuk pergi, maka anda juga harus pergi. Dan apabila anda beri instruksi jam 8 maka anda harus datang jam 8 bahkan kurang dari jam 8.
Tegas dan Cerdas

 Dan yang terpenting pemimpin harus memiliki visi, apabila satu hal ini tidak ada,maka organisasi mu akan buta dan semua anggota anda tidak tahu memiliki peran apa mereka di dalam organisasi. Pemimpin yang berfungsi menjadi mata, yang dapat melihat masa depan, menatap ke depan, dan mengubah tantangan dan persoalan didepan menjadi sebuah kesempatan untuk terus belajar, bangkit dan maju bersama menjadi organisasi yang berjalan dengan tahu akan berada Dimana.

Jumat, 25 Juli 2014

Dialogue For Better Understanding and As a Tool of Conflict Resolution.



Source : Indonesian Youth Dialogue
Addition by : Mochammad Isro Al fajri 

Youth with various backgrounds and ideas in action for wolrd peace. Dialogue and spirit of Bhineka Tunggal Ika (Unity in Diversity) the spirit of Indonesia. Bhineka Tunngal Ika (unity in diversity) is widely known as indonesian motto which means despite the diversities in Indonesia, Indonesia is stil united by the nation, Indonesia. This fundamental value has to be keep in mind and implement in daily life. Indonesia is known of its abundant diversities (local language, cultures, races, religions, beliefs, and so on). Proud of and respect it. Ironically, these amazing source of multicultural value often  be a trigger to conflict among different group within our nation. Young generation has responsibility to preserve this diversities, value of the national motto and make sure each youg generation indonesia have spirit to be united.
Song, one of the many united factor. Multicultural value of the global citizenship with the rich diversities of Indonesia, to make a motto aims the diiference can be a factor to be united, like the official song football world cup “we are one” in Brazil 2014, this song reflect the different can be unity, we are one not two or three, just one and the only one. If we look the various background with different language, cultures, religion, and nation. This song, can be a soul in every person from arround the world Visited in brazil that there is no differences but just a fair play and United Spirit. From the simple things like Song, there is not impossible to create world peace, from the little things to big things.
Conflict that happen intergroup in society are often triggered by prjudice and negative stereotype. These prejudice and negative stereotype of certain groups of society, race, or religion can lead to miss understanding, a failure in diaogue between two or more groups, and threatened feeling by other groups.  Indonesia with abundant diversities, that can be a trigger of the conflict. In exampe like Sumbawa Tragedy in 2013, that was happened when Born day of Sumbawa Regency on January 20th my lovely town, a bloody clonflict happened between two tribes Sumbawa and Bali that was stimulated by misunderstanding between the two, that a far from motto and way of life Sumbawa people “Samawa Sabalong Samalewa” Means that Balance between religion and life, Sumbawa with peace love of people from more than hundreds years ago but that is gone, like Nightmare to every people in Sumbawa. That tragedy was happened because missunderstanding between them. We can also mention more cases such as what happened in Sampit, Poso, Sampang, Lombok, Dompu, and so on. If we retrieve backward the initial problem, we think back of dialogue. Different result would have emerge if we took our time to dialogue with other and created mutual understanding. Therefore, it is proven that dialogue is an essential thing not only for resolving conflicts, but also for our daliy living.
Consider the importance and urgency of dialogue as a tool of conflict resolution. Youth empowerment and also community building. Most conflicts are stemmed from differences in views and values, thus an opportunity to share ideas and thought with others and thought with others adn to understand each other. With The Dialogue, offering an opportunity to tackle bad issues and to find alternative ways or solutions, and the most important things is we as the young generation with the young spirit, believe that every youth have an own ideas and soul for world peace.

DIBALIK KEMEGAHAN PACUAN KUDA




Oleh : Mochammad Isro Al Fajri
Festival moyo tahun 2013, dengan salah satu rangkaian acaranya adalah pacuan kuda, pacuan kuda dilaksanakan pada tanggal 19-29 September 2013 di arena pacuan kuda angin laut desa penyaring kecamatan moyohilir kabupaten Sumbawa. Pacuan kuda di Sumbawa memiliki ciri khas tersendiri dengan rata-rata menggunakan joki yang masih duduk di bangku sekolah dasar,  arena pacuan yang jauh, fasilitas yang minim, infrastruktur jalan yang  rusak, dan penyediaan fasilitas penginapan bagi para peserta pun dapat dikatakan tidak ada, serta penjagaan dari aparat kepolisian masih sangat minim.
Joki Cilik Pacuan Kuda Sumbawa, 2013
 ini  merupakan acara yang besar dengan tanpa adanya persiapan dan kesiapan dari pemerintah maupun dinas terkait, bahkan dapat dikatakan peran dari tokoh masyarakat mengambil bagian besar dalam suksesnya acara pacuan kuda ini, memang sangat disayangkan selain orang yang memiliki kekayaan dan kekuasaan dapat dengan sesuka hati  menjadikan pacun kuda sebagai lahan bisnis untuk menambah kekayaan dirinya, selain itu bagi para bos joki pun mengambil keuntungan dengan prinsip ekonomi “kotor”  untuk mendiskriminasi para joki-joki yang umumnya masih duduk dibangku sekolah dasar, sangat menyedihkan memang untuk seumuran anak bawang sudah merasakan pahit dan kerasnya kehidupan, mereka harus melupakan impian dan cita-cita mulia mereka, mengorbankan pendidikan mereka, mengorbankan waktu untuk berkumpul bersama orangtua tercinta. Mengapa di era Reformasi seperti ini masih saja terjadi “perbudakan berdasi”  dengan berdalih ingin memberdayakan joki-joki tetapi sesungguhnya hanya memanfaatkan jasanya untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya namun untuk para joki merasakan kesedihan yang teramat perih.
 Joki merupakan korban yang sesungguhnya banyak joki yang sudah mengenal nikotin, lupa akan ilmu agama, bahkan bagi joki yang duduk di bangku kelas 6 SD ada yang tidak dapat membaca. Joki yang sudah terbiasa melalaikan waktu untuk beribadah buan semata-mata kesalahan dirinya sendiri namun dikarenakan situasi dan kondisi di arena joki yang terpelosok jauhnya tidak memiliki tempat peribadatan. Padahal yang terpenting di usia mereka adalah penanaman karakter yang dapat tertanam hingga dewasa. Memang sangat miris dan tragis, mungkin dua kata itu yang dapat  mewakilkan  kegagalan pemerintah untuk mewujudkan salah satu tujuan bangsa yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan keadilan sosial bagi masyarakat Indonesia untuk matahari kehidupan bangsa ini.

Kunjungan Pertama Kali ke Universitas Indonesia (The yellow jacket)



Oleh : Mochammad Isro Al fajri
Sehari sebelum keberangkatan ke Sumbawa saya dan ke-empat teman saya, mengunjungi kampus Universitas Indonesia di Depok untuk bertemu tim IGEM UI yang mendapat medali perak Oktober lalu di Hongkong, untuk pergi ke kampus UI kami memilih menggunakan transportasi kereta api, tidak sesuai dengan padangan kami di TV, ternyata naik kereta api itu adalah sesuatu hal yang menyenangkan dan nyaman apabila pada waktu bukan jam pergi dan pulang kerja, ini adalah kesan yang baik karena ini juga pertamakali saya dan teman-teman menggunakan alat transportasi ini, 

Diskusi
 setelah berganti kereta dua kali kami sudah sampai di stasiun UI Depok. Universitas Indonesia adalah tempat kuliah idaman saya setelah Institut Teknologi Bandung sewaktu SMA, akhirnya saya bisa menginjakan kaki di UI meskipun hanya berkunjung tetapi itu sudah membuat hati saya senang dan bahagia. Selain itu tempat pertemuan kami di bagian perpustakaan Univ. Indonesia yang baru di bangun. Kampus yang besar harus juga memiliki perpustakaan yang Besar itu semua terlihat di 
Sumbawagen bersma tim iGEM UI 2013

Universitas Indonesia Perpustakaan yang besar dan nyaman dilengkapi beberapa brand terkenal seperti Strabucks Cofee restaurant korea, koneksi internet yang cepat, ruang baca yang nyaman dilengkapi AC, lift, dan beberapa unit PC apple yang disediakan. Sehingga membuat mahasiswa dan mahasiswinya betah untuk baca dan berdiskusi di perpustakaan.  Kami sempat bertukar pengalaman, pikiran dan wawasan mengenai kampus dan khususnya kompetisi IGEM, karena kami juga termasuk salah satu peserta dari Indonesia selain ITB dan UI, perbincangan sangat menarik dan menghasilkan, selain di universitas Indonesia yang mengaami kesulitan di masalah pendanaan dan dukungan kampus untuk mengikuti IGEM competiton
 
Foto Bersama didepan gedung Rektorat UI

kalau kami lebih kepada masalah perlengkapan laboratorium dan infrastruktur penunjang lainnya, dan sama-sama menglamai kesulitan dalam pembuatan WIKI. Kami saling sharing, agar nantinya kedepan kami dapat berdiri sendiri dalam pembuatan WIKI dan keikutsertaan kami dalam kompetisi IGEM.

Lebih Suka Menulis di Blog atau di media masa



Lebih suka menulis di Blog atau di media massa.

Nama               : Mochammad Isro Alfajri
Asal                 : Universitas Teknologi Sumbawa
Fakultas           : Teknobiologi
Jurusan            : Bioteknologi

Menulis di media massa dan Blog adalah hal yang sama-sama menarik, menulis adalah cara yang paling mudah dan mengasyikkan untuk berbagi terhadap sesama apa yang kita miliki dan apa pelajaran serta pengalaman yang terjadi di kehidupan yang indah ini dengan berbagai macam tantangan dan persaingan, namun harus tetap memiliki keinginan untuk berbagi. Menulis melalui media blog merupakan cara termudah agar tulisan kita dapat dibaca semua orang di seluruh dunia  tanpa ada editor, redaksi, hal lainnya yang membuat tulisan dan karangan dari hati kita tidak dapat dilihat atau dibaca semua orang tanpa adanya batasan maksimum kalimat, kata, huruf ataupun tema yang ingin kita tulis, seakan-akan dunia blog adalah dunia kita, dunia yang bebas, dunia dimana hati kita dapat berbicara dan mengatakan apa yang dia rasakan, dunia dapat melihat tulisan kita yang memiliki mimpi dan cita-cita mulia yang mungkin itu belum tercapai, dan suatu saat nanti akan terwujud. Blog bukan sekedar situs melainkan dunia kita sebagai sang pemimpi dan pujangga, yang akan menceritakan kisah yang telah lalu atau yang terjadi saat ini bahkan akan menceritakan apa yang akan terjadi di masa depan. Blog adalah suatu media yang “Bebas, Langsung, Original, dan Global”.