My dream is in the end of my life, all of people will always remember me in their heart.
Kamis, 09 Juli 2015
Rabu, 08 Juli 2015
SOBI SUMMIT 2015 - Kisah dari Ranah Minang
RAKERNAS dan MUNAS Sobat Bumi Indonesia pertama diselenggarakan di
Denpasar, Bali 21 Februari 2014. Pada tahun ini acara ini dinamakan Sobi Summit
2015 yang bertema “What will you do for the earth?” acara ini diselenggarakan
di Padang, Sumatera Barat. Beberapa masalah dan pertimbangan keuangan menjadi
salah satu faktor yang mempersulit hati ini untuk pergi ke ranah Minang, ke
tanah Hayati yang begitu kental dengan adat istiadat. Alhamdulillah, setelah
mencoba untuk menelepon orang tua Allah memberikan rezeki untuk berangkat ke
Padang. Dengan kesenangan dan kebahagiaan yang muncul ketika bisa berangkat
menuju pulau Sumatera untuk pertama kalinya. Dengan menggunakan pesawat Lion
air tangga 13 Mei 2015 saya berangkat menuju Padang dan transit di Jakarta selama
5 jam. Dengan hati yang sangat senang ingin melihat ranah Minang secara
langsung. Bandara International Minangkabau dengan atap Padang yang khas dengan
bentuk tajam membentuk tanduk kerbau. Kak tari menjemput saya dari Bandara
menuju kota Padang. Saya berencana untuk menginap beberapa malam di rumah kak
Yudha yang juga anggota dari sobat bumi Indonesia. Bunda adalah orang yang
paling ramah meskipun hanya beberapa menit saya mengenalnya, sapaan akrab yang
membuat kita terasa nyaman untuk tinggal di rumah orang lain. Disitu saya mulai
belajar mengenai adat Minang yang begitu kental dengan hukum adatnya. Adalah
sikumbang salah satu marga dari Ranah Minang yang dimiliki oleh keluarga kak
Yudha dan merekapun masih keturunan kepala suku dari pendahulu mereka, sehingga
antara kak Yudha dan Yudhi akan menjadi tokoh adat dari suku sikumbang yang
memiliki tanggung jawab untuk menjaga saudaranya yang lain. Selfie dan Groupie
adalah identitas dari kak Yudha karena yang terpenting dari setiap kegiatan
adalah dokumentasi dan memori gambar yang tidak akan terlupa selamanya,
saya bercerita banyak dengan bunda.
![]() |
| Kak Fery - Kak Yudha - dan saya (Fajri) |
Begitupun, dengan kak Ferry sahabat saya dari Surabaya yang memiliki sejuta
pengalaman hidup yang membuatnya menjadi begitu kuat karena selalu disiram oleh
derita hidup. Banyak pelajaran yang saya ambil dari dirinya. Dari
bagaimana berusaha tanpa batas dan
berusaha tanpa mengenal 4 huruf “malu”, sangat inspiratif jauh dibandingkan
dengan kehidupan saya yang Allah selalu memberikan rezeki yang melimpah dan
terkadang sering khilaf akan nikmatnya, astagfirullah.
Banyak pelajaran yang saya petik dari semua teman-teman sobat bumi
Indonesia karena memang kami adalah penerima beasiswa yang bukan hanya rajin
belajar dan pintar secara akademik. Tetapi, kami adalah sekumpulan mahasiswa
yang melewati batas dengan kecakapan berorganisasi memperjuangkan hak dan
kepentingan orang lain. Hal yang berkesan bagi diri saya adalah mereka tetap
menjadi diri sendiri dengan kemampuan yang mereka miliki. Semangat pantang
menyerah yang harus saya pelajari. Semangat beribadah yang harus saya ikuti.
Dan semangat untuk berkelakuan baik yang harus saya contohi. Sobi Summit 2015
merupakan sebuah kenangan yang indah yang mungkin bukan hanya saya seorang.
Tetapi, oleh 50 orang mahasiswa lainnya yang mengikuti acara ini yang lagi-lagi
memiliki kesempatan untuk bertemu dengan mahasiswa Aceh, Medan, Palembang,
Padang, Jakarta, Bandung, Malang, Surabaya, Bali, hingga Marauke.
We are Sobat Bumi Indonesia, setahun kami sudah mengabdi banyak tawa dan canda yang kami lakukan. Banyak tinta melalui pena yang kami tuliskan cerita persahabatan, kekaguman, dan kebanggan adalah yang saya rasakan bersama kalian. Terimakasih telah banyak mengukir cerita di goresan yang telah saya rasakan saya merasa ada di dunia ini ketika kita bersama saling merangkul kisah ini sungguh begitu indah yang akan saya kenang sepanjang hidup saya. Dan mungkin suatu saat ketika ingatan ini luntur karena waktu atau mungkin sirna. Tulisan ini saya akan mencatat semua nama-nama kalian para sahabat, para sobat, karena kita satu. :
- Odit Mukri (Presiden Sobat Bumi Indonesia)
- Agnes Kartika Yunita Sitinjak
- Ahmadi Satria
- Aisyah Khairun Nisa
- Alvin Mediadi Kusumah
- Anggit Adi Wijaya
- Anisa Fitria
- Annisa Muliahati
- Annisa Sekar Kasih
- Aprizzal Pungky Pratama
- Arfiana Mahdiati
- Arie Purnatrie
- Atika Narulita Sari
- Bisyri Hakim
- Cendra Faris Mahdi
- Cindy Suci Ananda
- Dewi Sucitra S
- Elisabeth Wihelmina Marey
- Evi Santi Pratiwi
- Fahmi Dwilaksono
- Faiz Fahmi
- Harun Al Rasyid
- Hertanto
- Inggrid Eka Pratiwi
- Jefri Laban Ofias
- Julia Nelly Aprilia Yoku
- Kamil Arif Patarai
- Koko Wijayanto
- Mahraniy
- Maikel Kondologit
- Melinda Nur Octavia
- Melisa Pramesti Dewi
- Merry Christine Sarce Rumainum
- Metirona Antoh
- Mochammad Isro Al Fajri
- Mohd Alghafiqie A
- Muhammad Wildan
- Nanik Wijayanti
- Natasha Jessica
- Oktiafery Wicaksono
- Rahmat Nur Hidayat
- Reyhan Revandy
- Rian Adha Ardinata
- Ridlo Gilang Wicaksono
- Rizki Dwika Aprilian
- Surati
- Toayah Indah Sari
- Triani Waprak
- Yulia Wulandari
- Zamnia Wahyuli
![]() |
| Rakernas dan Munas SOBI di Bali |
![]() |
| Green Action di Pantai Sanur Bali tahun Rangkaian Rakernas dan Munas 20-23 Februari 2014 |
Sobi Summit 2015 hari pertama, tanggal 14 Mei 2015 langit menunjukan waktu
isya, adalah waktu untuk pertama kali bertemu dengan kawan kawan baik kami yang
kami rindukan. Dari sobat bumi Palembang ada kak Herman, Reza, Rima, Faisal,
sherly, dan Danu. Banyak pengalaman dan cerita menarik yang telah kami buat
bersama dari mulai menginap di Hotel di daerah Bukit Tinggi kemudian ke kebun
binatang, kacamata kak Reza jatuh ke kandang Harimau, wawancara Bule, dan
begitu banyak kisah kasih yang terjadi diantara kami.
Hujan pertama dibukit
tinggi ketika kami mencari baju grosir di pasar dan mencari mobil rent cat
untuk pulang kembali ke Padang, kisah ini bukan akhir dari kisah kami di
Padang. Langit akan menyatukan kisah kami yang berawal dari Padang hingga ke
tana saya berpijak tana Samawa. Begitu tidak akan terlupakan perjalanan kami
diBukit tinggi pada tanggal 19-20 Mei 2015 yang berawal dari tur berama
keseluruhan delegasi yang masih berada di Padang kami menggunakan 3 mobil untuk
menuju berlibur ke Bukit tinggi. Perjalanan dimulai, kadang saya merasa
ketakutan apabila mobil merasa melaju begitu cepat dan Itu yang saya rasakan
selama perjalanan. Sebisa mungkin saya ingin belajar dari apa yang saya lihat
dari kebersihan, sikap, dan perilaku orang disekitar saya. Terdapat sebuah
fenomena menarik kotak amal yang memiliki 4 sekat dan kadang banyak jumlahnya
di sekitar masjid yang berada di Padang, Disana saya belajar akuntabilitas atau
kepercayaan bagi pemberi amal atas uang mereka untuk apa dipergunakakan, hal
ini saya lihat di musholla Restoran tempat persinggahan kami, Masjid besar di
Bukit tinggi, dan Masjid Diana lokasi kami solat Jum’at pada hari kedua Sobi
Summit 2015 di SMK PP.
PASAR MODAL INDONESIA MASIH TERTINGGAL
Pasar modal Indonesia memiliki
sejarah cukup panjang. Secara resmi ditandi dengan pembukaan Bursa Efek
Batavia, pada 14 Desember 1912 sebagai cabang dari Bursa Efek Amsterdam. Hal
ini meneguhkan bursa efek di Indonesia sebagai yang tertua di Asia, seperti
Bombay, Hongkong dan Tokyo (Solihin, 2013). Meskipun Indonesi merupakan salah
satu bursa efek tertua di Asia dapat dikatakan bahwa pasar modal Indonesia
masih tertinggal dibandingkan dengan bursa efek muda bukan lagi setingkat Asia
tetapi Asia tenggara. Berdasarkan data World Federation of Exchange (2012),
kapitalisasi pasar bursa saham Indonesia sepanjang Januari 2013 hanya tumbuh
7,6% atau senilai dengan Rp 4.386 triliun dan berada di urutan kesepuluh di
kawasan Asia Pasifik. Perbedaan yang begitu jauh apabila kita komparasi dengan
Thailand yang merupakan kapitalisasi pasar dengan pertumbuhan tertinggi yakni
sebesar 46,6%. Kemudian, Pertumbuhan kapitalisasi pasar saham Indonesia juga di
bawah bursa saham Filipina yang tumbuh 41,3%, Hong Kong 20,1%, Singapura 19,6%,
Shenzhen China 16%, Australia 12,7%, Shanghai China 16%, dan India 15,9%.
Sementara bursa Malaysia hanya tumbuh 3,3%. Meskipun, jumlah pertumbuhan
Indonesia masih berada di atas Malaysia. Namun,apabila dilihat dari Nilai
kapitalisasi pasar modal Malaysia saat ini sudah mencapai US$ 3 triliun,
sedangkan Indonesia baru sekitar US$ 300 miliar. Kemudian, apabila dilihat dari
jumlah emiten Malaysia, Indonesia jauh tertinggal. Jumlah emiten Malaysia saat
ini sudah mencapai 907 emiten, sedangkan Indonesia belum menembus angka 500 emiten
(Hadaad, 2013). Selain itu, jika dilihat dari jumlah investor di pasar modal,
Malaysia mampu mencatatkan 12,8 persen dari jumlah keseluruhan warganya.
Sedangkan pasar modal Indonesia hanya mampu mencatatkan 0,27% dari yang jumlahnya kurang dari 1% jumlah penduduk
di Indonesia.
Sementara itu jumlah emiten di pasar modal Indonesia pada 5
tahun terakhir rata-rata bertumbuh 5% per tahun. Per
5 November 2014, jumlah emiten telah mencapai 501 emiten, baik emiten saham maupun emiten
surat utang korporasi. Jumlah emiten tersebut termasuk rendah apabila kita dibandingkan
dengan negara-negara di kawasan ASEAN seperti Malaysia dengan 905 emiten dan
Singapura sebanyak 767 emiten (OJK, 2014). Beberapa fakta di atas adalah bukti
nyata bahwa pasar modal Indonesia masih
tertinggal. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa permasalahan yakni. Pertama,
Jumlah investor domestik yang jumlah nya
hanya 40% dan investor asing menguasai hampir 60% jumlah kepemilikan saham di pasar modal
indonesia. Kondisi ini mengakibatkan
kerentanan pasar modal indonesia terhadap posisi net sell oleh investor asing.
Oleh sebab itu peningkatan jumlah dan transaksi investor domestik perlu
terus ditingkatkan. Hal ini berbanding terbalik dengan jumlah masyarakat kelas
menengah Indonesia sebagai investor potensial di pasar modal, yang jumlahnya mencapai
134 juta jiwa atau sekitar 65% dari total 237 juta penduduk Indonesia.
Kedua, Pengetahuan yang minim
mengenai bagaimana berinvestasi di sektor jasa keuangan, khususnya di pasar
modal. Kapabilitas sumber daya
manusia dan sosialisasi kepada pemerintah daerah adalah hal mutlak yang harus
dilakukan pemerintah. Berdasarkan survey literasi keuangan yang dilakukan oleh OJK (2013), baru sekitar
21,84% masyarakat Indonesia yang
benar-benar paham mengenai Lembaga Jasa Keuangan (LJK). Sementara itu dalam
kategori yang lebih spesifik,
hasil survei nasional literasi keuangan OJK menunjukkan bahwa
baru 28% pelajar atau mahasiswa yang memiliki tingkat
literasi yang baik dengan tingkat utilitasnya sebesar 44%. Dari survei ini juga
terungkap bahwa informasi mengenai sektor perbankan masih mendominasi tingkat
literasi keuangan masyarakat Indonesia. Sedangkan, tingkat literasi atas
produk dan layanan di sektor pasar modal masih sangat rendah, hanya sekitar 4% dengan
tingkat utilisasi kurang dari 1%. Sehingga, Sebagian besar masyarakat kelas
menengah kita masih memiliki pandangan
yang konvensional dalam hal menginvestasikan kelebihan dananya, yaitu melalui
tabungan di bank daripada berinvestasi di pasar modal.
Ketiga, Harga Indeks di Indonesia
terlalu mahal, sehingga membuat investor susah untuk masuk ke dalam pasar modal
Indonesia. salah satunya menambah supply
di market. Padahal yang terpenting adalah menambah supply agar pasar likuid bertambah,
menambah supply dimarket juga
bertambah dan menambah jumlah investor di pasar modal Indonesia.
Disisi lain Indonesia perlu mengambil langkah-langkah tepat dan baik agar pasar
modal Indonesia berkembang baik secara kualitas dan kuantitas. Menurut OJK (2013), Hal
yang harus dilakukan pemerintah untuk meningkatkan jumlah investor dan emiten yakni dengan penyederhanaan prosedur penawaran umum,
pendalaman pasar saham, sosialiasi kepada perusahaan yang berprospek IPO,
pengembangan pasar obligasi, dan perluasan basis investor domestik. Kemudian, Hal ini
didukung dengan pernyataan Muliaman (2013) Untuk dapat meningkatkan daya saing pasar modal, hal
yang perlu dilakukan adalah edukasi bagi masyarakat, peningkatan good corporate governance (GCG),
pendalaman pasar, dan diverisfikasi produk.
Perkembangan pasar modal Indonesia
sepanjang 5 tahun terakhir menunjukkan
pertumbuhan yang cukup
signifikan. Hal ini terlihat dari tingginya
pertumbuhan IHSG dan kapitalisasi pasar saham di Bursa Efek Indonesia. Pada tahun 2014 ini IHSG bahkan
mencatat level tertingginya sepanjang masa pada tanggal 8 September 2014
di level 5.246. Sepanjang tahun 2014 ini
pertumbuhan IHSG mencapai 16%, merupakan
salah satu yang terbaik di kawasan Asia, lebih tinggi dari pada Jepang,
Singapura dan Malaysia.
Indonesia pada skala ASEAN, seharusnya
mampu memegang peranan hingga 40 persen, baik dari segi perdagangan dan jumlah
penduduk. Hal Ini yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat Indonesia seluas-luasnya dan sebesar-besarnya.
Ditulis oleh :
Mochammad Isro Alfajri
Fakultas Bioteknologi Semester IV
Universitas Teknologi Sumbawa
Selasa, 30 Juni 2015
Potensi Sumber Daya Alam Kabupaten Sumbawa (Tana Samawa)
![]() |
| Presentasi Potensi Wilayah NTB di Wisma Daerah tanggal 04 Juni 2015 |
Saya Mochammad Isro alfajri mahasiswa semester 4 fakultas Bioteknologi Universitas Teknologi Sumbawa. Satu-satunya universitas teknologi yang ada di Indonesia timur yang baru dibangun dua tahun yang lalu dan Salah satu diantara 3 fakultas bioteknologi yang ada di Indonesia 2 lainnya berada di Indonesia barat yaitu Universitas Surabaya dan Universitas Atmajaya Jakarta. Negara Indonesia begitu kaya akan biodiversitas dan sumber daya alam tetapi begitu miskin dengan kualitas sumber daya manusia. Adalah sesuatu yang sangat memprihatinkan ketika Indonesia sebagai negara maritim tetapi masih mengimpor ikan dan garam dari negara lain. Bukan hanya itu negeri ini di anugerahi matahari yang selalu bersinar sepanjang tahun dengan luas wilayah yang begitu luas yakni 1.919.440 km2 tetapi tidak bisa memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Pada masa lalu negeri ini disebut sebagai macan Asia bersanding dengan negara Cina dan menjadi negeri yang dihargai dan dikenal dermawan untuk membagikan pangannya ke sejumlah negara miskin yang rakyatnya kelaparan dengan swasembada pangan Indonesia pada tahun 80-an itu mungkin tidak sulit untuk negara ini lakukan.
![]() |
| Kabupaten Sumbawa "Sabalong Samalewa" |
Diakhir tahun 2012
produksi padi sekitar 400.000 ton padahal kebutuhan kabupaten Sumbawa hanya
sekitar 150.000 ton. Produksi jagung mencapai 200.000 ton pada tahun 2012 serta
di bidang peternakan Jumlah sapi mencapai 193.907 ekor pada tahun 2012 sehingga
Sumbawa dianugrahi penghargaan Indonesia live stock 2013 oleh pemerintah
Republik Indonesia. Tetapi, dengan begitu banyak potensi dan kekayaan daerah
yakni masyarakat Sumbawa belum dapat menikmatinya secara maksimal karena hasil
kekayaan alam Sumbawa belum dapat diolah untuk meningkatkan nilai jual.
Sehingga masyarakat hanya menjual dalam bentuk bahan mentah dengan harga yang
rendah. Contohnya jagung, jagung Sumbawa dikirim ke pulau Jawa untuk dijadikan
bahan pangan olahan, pupuk, dan berbagai bentuk lainnya. Pupuk yang dihasilkan
tersebut kemudian dijual kembali ke kabupaten Sumbawa dengan harga yang
berkali-kali lipat dari harga sebelumnya. Sehingga tidak heran bahwa
kesejahteraan masyarakat tidak meningkat secara signifikan dibuktikan dengan
jumlah Penduduk miskin pada tahun 2012 77.203 jiwa atau sekitar 18,25% dari
total masyarakat Sumbawa. Kemudian Kesehatan masyarakat Sumbawa dalam kasus
gizi buruk pada tahun 2009 terdapat 179 kasus menjadi 247 kasus pada tahun 2010
pada daerah yang kaya akan pangan tentunya hal ini sangat memprihatinkan.
Masih banyak potensi
yang dapat di optimalkan di kabupaten Sumbawa diantaranya Potensi luas wilayah
Sumbawa yang begitu besar belum dimanfaatkan secara optimal luas lahan yang
telah diolah menjadi lahan persawahan hanya mencapai 51.588 ha. Dan petani
dengan pertanian yang monokultur jenis padi sangat banyak, sehingga menyebabkan
jumlah Panen dari tiap petani menurun setiap tahunnya dengan luas lahan yang
sama sehingga menurunkan produktivitas para petani Sumbawa. Sehingga pendidikan dan
peningkatan kompetensi masyarakat adalah sesuatu yang harus ditingkatkan.
Sumbawa adalah salah satu kabupaten dari 10 kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara
Barat, saat ini indeks pembangunan manusia (IPM) dari Provinsi Nusa Tenggara Barat
berada di peringkat 33 dari 34 provinsi di Indonesia.
Oleh :
Mochammad Isro Alfajri
Mahasiswa Semester IV Bioteknologi
Universitas Teknologi Sumbawa
Ethnic Identity, Local Wisdom, and Gotong Royong to Building Peace with Unwritten Rules
Indonesia with a past history of a powerful nation of the
history of the kingdom of Majapahit which controls up to almost the entire
region of Southeast Asia. After Kingdom of Majapahit the next glory of
Indonesia in 1980s in the Orde baru era. 1998 was the beginning of the history
of the Reformation era and the start of democratic Indonesia. Democracy in the
reform period is expected to be a solution and bridge the aspirations of the
people of Indonesia from the Sumatra Island to Papua Island. Indonesia is a
country that is praised for its success in running a democracy with the
background of this state is the majority religion is moeslem but did not end up
the same as the country of Syria, Iraq, and Egypt.
There are three things that make this country can survive
in the past the difficult era there are ethnic identities, local wisdom and mutual aid Societies or “Gotong royong”
to survive until today. Samawa is the one
endegoneous ethnic in West Nusa Tenggara (NTB). Ethnic
identity as the main characteristics of Samawa tribe, an egalitarian society
that easy in adapting the new
development in Globalization era. "Samawa mampis Rungan" means
Sumbawa brought news scented or fragrant Sumbawa meaning that people really
wanted to present the good news and the peace of the land of Sumbawa. That is
important to maintain Sumbawa culture under the role of culture based
Development.
Local
wisdom is the identity from our ancestor. Sumbawa people famous as the land of
honey with honey production as much as 125,000 tons/year. There is a local
wisdom in Batudulang Community are protecitng of boan trees (Tetrames nudlifora),
according of the community it’s the Boan trees a log chosed by bees to built
uap it’s hive. They called Boan trees Because The trees have a lot of beehive,
If there is only one beehive, we do not called it as Boan. but in Sumbawa
language the name of Boan's Wood is "Binong". For all this time Boan
trees are protected by the Community with Unwritten rules. So, Three are
uniwritten agreement in the Community to not cutting down of the trees.
Local wisdom and ethnic identity will be suistain if culture of Gotong royong still alive. Gotong royong or Mutual cooperation is an activity
undertaken by working without wages or salary in doing something. This
tradition up comes up because farmers in the past. Gotong royong as social
interaction is happened so that people not only recognize the environment but
recognize individuals and neighbors who are nearby as well as the creation of
harmony between the communities. Gotong royong in Sumbawa society can be seen
in the form of several activities. First of Gotong royong in maintaining
security, "Ronda" or nightwatch is activities of a group of people
who made a deal to secure the evenings in the area in which the people who have
made the deal from 00.00 am to 05.00 am Ronda as a security team duty but this was done by people themselves who
live in that area without any fees or salary of the agreement that has been
determined. "Pos ronda" is use as a gathering place and as a patrol
officer. After that, Gotong royong in the development of village infrastructure
by the community. Sumbawa infrastructure development accelerated with the
direct involvement of the Community. Although, most people are farmers but they
also have the ability to build infrastructure such as the gutter, fence, even
building and renovation of house. Gotong royong in making home is done jointly
by the public without any payment or salary but Social interaction is happened.
Thirdly Gotong royong in harvest crops, for a full day the whole community will
be collected on a farm to be harvested, land owners role as supervisor and
other community role as workers, these activities will be carried out every day
during the harvest time in different land with different land owners. So, that
acts of a supervisor and subordinate also will be different every day.
By :
Mochammad Isro Alfajri
Undergraduete Student of Biotechnology
Sumbawa University of Technology
Penundaan Usia Perkawinan di NTB untuk Peningkatan IPM NTB 2015
| Duta Mahasiswa GenRe NTB 2014 |
Pernikahan anak didefinisikan
dalam dua konteks, sesuai UU Perkawinan No.1 Tahun 1974 maka pernikahan anak
dipandang sebagai pernikahan remi atau bisa dipandang tidak resmi sebelum
berumur 18 tahun. Berdasarkan UU Perlindungan Anak No.23 Tahun 2002, kondisi
ini merupakan realitas untuk anak kaum laki-laki dan perempuan. Di Nusa
Tenggara Barat (NTB), pada tahun 2012, 24.5% dari perempuan telah menikah pada
umur 18 tahun. Di NTB 5.8% dari perempuan NTB telah menikah pada umur 15 tahun
(BPS NTB, 2012) sementara rata-rata nasional adalah 2.6%. Di ingkar daerah,
satu dari 2 perempuan (50.1%) telah menikah pada umur 19 tahun, sementara di tingkat nasional
rata-ratanya adalah 26.5%. Berdasarkan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak (KPP dan PA) dan Badan
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB)
NTB (2013) membahas mengenai faktor penyebab Usia Pernikahan Dini, yaitu : (1)
Sosial dan budaya, pandangan masyarakat Lombok terutama tokoh desa dan tokoh adat
sering kali menjadi pelaku yang melegalkan bahwa perempuan setelah akil balik
atau berusia 12 tahun sudah bisa menikah dan di Lombok menikah di usia dini ini
disebut dengan kawin lari atau merarik.
(2) Ekonomi, keluarga dari kalangan miskin sering kali mendorong anak perempuan
mereka bisa menikah dengan tokoh agama dan tokoh adat maupun dari kalangan kaya
untuk membantu keluarga. (3) Administrasi, penerimaan masyarakat dalam menerima
tradisi merarik membuat sering kali
terlupa bahkan sengaja tidak membuat surat nikah dan kemudian terus berdampak
tidak memiliki seurat cerai, kartu keluarga (KK), dan akta kelahiran bagi anak
mereka.
Untuk mengurangi pernikahan di usia dini yang terjadi di masyarakat
Lombok. Kami akan melakukan kegiatan edukasi
dan pemahaman yang baik mengenai dampak dari pernikahan usia dini untuk
meningkatkan kepahaman masyarakat mengenai adat istiadat yang harus dijaga dan
ditinggalkan. Kegiatan ini berdasarkan pada data BPS RI (2011) menunjukkan
bahwa di Provinsi NTB, rata-rata lama sekolah perempuan selama 6.5 tahun dan
NTB berada di peringkat ke-32 dari 33 provinsi yang ada di Indonesia. Sehingga,
untuk menekan jumlah pernikahan dini yang ada di NTB, pendidikan adalah cara
yang efektif dan baik sebagai sektor utama yang harus diperhatikan. Adapun
metodologi dari kegiatan ini berlokasi di daerah Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Diharapkan kader mampu untuk menjangkau seluruh desa di Lombok terutama di desa
yang masih kuat akan adat istiadatnya. Sumber data yang digunakan berasal dari
BP3AKB, BKKBN, BKKBP, KPP dan PA. Adapun sasaran dari kegiatan ini adalah
remaja perempuan berusia 12-18 tahun. Diharapkan dengan kegiatan ini dilakukan
dapat menekan jumlah pernikahan usia dini di Nusa Tenggara Barat dengan
beberapa parameter keberhasilan yakni : (1) Berhasil memberikan edukasi ke
seluruh desa di NTB secara berkelanjutan, (2) Terjadinya peningkatan pemahaman
dan kepedulian remaja perempuan terhadap dampak dari pernikahan di usia dini,
(3) Menghasilkan kader-kader remaja perempuan yang menolak PUP, dan (4)
Menjalin kerja sama dengan institusi pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan
program. Kegiatan kecil namun berdampak besar adalah konsep yang ingin kami
sampaikan, dengan edukasi dan pendidikan diharapkan mampu menguangi angka PUP
di NTB dan akan berbanding lurus dengan penurunan angka kematian bayi,
kekerasan dalam rumah tangga, peningkatan kesehatan perempuan dan tercapainya
kesejahteraan masyakat.
Oleh : Mochammad Isro Alfajri
Duta Mahasiswa GenRe NTB 2014
BKKBN Provinsi NTB
Mahasiswa Semester IV Fakultas Teknobiologi
Universitas Teknologi Sumbawa
Senin, 22 Desember 2014
Puisi Ibu
Selamat Hari ibu
Puisi ini aku ciptakan untuk ibu ku
Bahagia mu adalah segalnya bagiku
Semua ini aku persembahkan untuk mu
Dengan keringat, waktu, dan semngat
Utk bisa mmbuat mu trsenyum
Bukan utk driku atau orang lain
Aq hanya ingin engkau bangga dengan smua yg tlah aku capai dan aku raih
Wlaupun ini tidak sebanding dengan semua yg engkau tlah brikan ..
Dengan bertaruh nyawa engkau hadirkan aq di dunia ini
Dengan sabarmu dan kasih sayangmu aku bisa sperti ini
Maaf ketika aq pernah bernada tinggi
Maaf ketika aq tdk mndengar kata-kata mu
Maaf ktka aq lupa mghbungi mu dan lbh pduli kpd org lain
Ttp aq yakin engkau memahami diriku lebih drpd aq memahami driku
Hanya ini yang aku bsa persembahkan utk mu
Ibu ku tercinta
Ciptaan : Mochammad Isro Alfajri
Langganan:
Postingan (Atom)








